Pengantar
Bisnis
1. Konsep dan fungsi bisnis
Hampir setiap kegiatan manusia merupakan bagian dari
sistem bisnis. Hal ini berarti bahwa setiap kegiatan yang dilakukan umat
manusia sudah tentu merupakan perwujudan dari aktivitas bisnis. Seorang petani
yang mengolah sawah, perusahaan penggilingan yang menggiling padi, toko yang
menjual beras, semua itu merupakan aktivitas bisnis. Di bidang jasa, dokter
yang melakukan perawatan kesehatan, polisi yang menjaga keamanan, PLN yang
melayani penerangan masyarakat, Perguruan Tinggi yang mendidik mahasiswa, dan perusahaaan
pengarah tenaga kerja (PJTKI) yang menyalurkan tenaga kerja juga merupakan
perwujudan aktivitas bisnis. Kegiatan-kegiatan tersebut pada hakikatnya adalah
kegiatan yang menciptakan nilai. Dengan demikian, kegiatan bisnis dapat
dikatakan sebagai kegiatan penciptaaan nilai yang diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan umat manusia. Mengingat ukurannya yang bervariasi, bisnis
dapat dipandang dalam konteks kegiatan yang memenuhi hajt hidup orang banyak,
seperti Perseroan Terbatas (PT), dan aktivitas yang melayani masyarakat dalam
lingkup yang kecil, seperti Usaha Kecil dan Menengah. Oleh karena itu, pada
bagian ini akan dibahas konsep dan fungsi bisnis yang meliputi pengertian dan
peran bisnis, elemen dan sistem bisnis, jenis-jenis kegiatan bisnis, dan
pengaruh bisnis terhadap perekonomian.
1.1 Pengertian dan Fungsi Bisnis
Bisnis dalam arti luas adalah suatu istilah umum
yang menggambarkan semua aktivitas dan institusi yang memproduksi barang dan
jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis itu sendiri dapat dipandang sebagai
suatu sistem menyeluruh menggabungkan sub-sistem yang lebih kecil yang disebut
industri. Artinya, setiap industri dibentuk dari banyak perusahaan dengan
berbagai produk yang dihasilkannya, termasuk kegiatan pemasaran, pengembangan
sumber daya manusia, pengaturan keuangan, dan sistem manajemen. Huat, T Chwee,
et al (1990) mendefinisikan bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang
dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat kita (business is then simply
a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society).
Dengan mengambil definisi sistem tersebut, kita dapat mengharapkan sustu
hubungan yanag saling mengisi antara bisnis dan pilihan kebutuhan dalam
masyarakat kita. Setiap tindakan yang diambil dalam bisnis berakibat pada suatu
sistem sosial yang lebih besar. Sistem bisnis berhubungan dengan sistem
politik, sistem ekonomi, dan sistem hukum. Pendapat lain dikemukakkan oleh
Griffin dan Ebert (1996), bahwa bisnis itu merupakan suatu organisasi yang
menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Laba
dalam hal ini diperoleh dari selisih antara penerimaan bisnis dengan
biaya-biaya yang dikeluarkan. Definisi tersebut menitikberatkan pada kemampuan
menghasilkan (produce) dan pencapaian tingkat keuntungan atau laba.
Dengan demikian organisasi bisnis yang sukses adalah organisasi bisnis yang
mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan perusahaan memperoleh keuntungan dari
transaksi tersebut. Memperhatikan dua pendapat tersebut, dapat di definisikan
bisnis sebagai sebagai kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok
orang (organisai) yang menciptakan nilai (create of value) melalui
penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat, dan memperoleh keuntungan melalui transaksi. Definisi
tersebut memfokuskan pada aspek-aspek sebagai berikut :
a. Kegiatan individu dan kelompok.
Kegiatan bisnis dapat dilakukan pleh individu (usaha perseorangan) maupun
kelompok (perusahaan). Masing-masing individu dan kelompok bersama-sama dalam
rangka mencapai satu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Orang-orang yang
terlibat dlam organisasi bisnis menyertakan harta dan modal lainnya sebagai
tanda penyertaan bergabung dalam bisnis tersebut.
b. Penciptaan nilai. Bisnis
didirikan atau dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penciptaan
empat macam kegunaan, yaitu kegunaan bentuk (form utility), kegunaan
tempat (place utility), kegunaan waktu (time utility), dan
kegunaan kepemilikan (session utility).
c. Penciptaan
barang dan jasa. Perusahaan dapat memilih antara menciptakan jasa untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Dalam penciptaannya, baik barang maupun jasa memiliki
proses produksi yang berbeda-beda.
d. Keuntungan melalui transaksi.
Setiap perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Salah
satunya adalah memperoleh keuntungan. Keuntungan akan diperoleh apabila
perusahaan dapat menjual hasil produksinya dan masyarakat membeli dengan harga
yang disepakati (transaksi).
Berdasarkan definisi bisnis tersebut maka maka
keberadaan dari sebuah bisnis harus dapat memenuhi harapan atas
kebutuhan-kebutuhan, baik dari masyarakat luas, karyawan dan manajer,maupun
bangsa dan negara.
No comments:
Post a Comment