Monday, April 23, 2012


Pengantar Bisnis

1.   Konsep dan fungsi bisnis

Hampir setiap kegiatan manusia merupakan bagian dari sistem bisnis. Hal ini berarti bahwa setiap kegiatan yang dilakukan umat manusia sudah tentu merupakan perwujudan dari aktivitas bisnis. Seorang petani yang mengolah sawah, perusahaan penggilingan yang menggiling padi, toko yang menjual beras, semua itu merupakan aktivitas bisnis. Di bidang jasa, dokter yang melakukan perawatan kesehatan, polisi yang menjaga keamanan, PLN yang melayani penerangan masyarakat, Perguruan Tinggi yang mendidik mahasiswa, dan perusahaaan pengarah tenaga kerja (PJTKI) yang menyalurkan tenaga kerja juga merupakan perwujudan aktivitas bisnis. Kegiatan-kegiatan tersebut pada hakikatnya adalah kegiatan yang menciptakan nilai. Dengan demikian, kegiatan bisnis dapat dikatakan sebagai kegiatan penciptaaan nilai yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umat manusia. Mengingat ukurannya yang bervariasi, bisnis dapat dipandang dalam konteks kegiatan yang memenuhi hajt hidup orang banyak, seperti Perseroan Terbatas (PT), dan aktivitas yang melayani masyarakat dalam lingkup yang kecil, seperti Usaha Kecil dan Menengah. Oleh karena itu, pada bagian ini akan dibahas konsep dan fungsi bisnis yang meliputi pengertian dan peran bisnis, elemen dan sistem bisnis, jenis-jenis kegiatan bisnis, dan pengaruh bisnis terhadap perekonomian. 

1.1  Pengertian dan Fungsi Bisnis

Bisnis dalam arti luas adalah suatu istilah umum yang menggambarkan semua aktivitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis itu sendiri dapat dipandang sebagai suatu sistem menyeluruh menggabungkan sub-sistem yang lebih kecil yang disebut industri. Artinya, setiap industri dibentuk dari banyak perusahaan dengan berbagai produk yang dihasilkannya, termasuk kegiatan pemasaran, pengembangan sumber daya manusia, pengaturan keuangan, dan sistem manajemen. Huat, T Chwee, et al (1990) mendefinisikan bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat kita (business is then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society). Dengan mengambil definisi sistem tersebut, kita dapat mengharapkan sustu hubungan yanag saling mengisi antara bisnis dan pilihan kebutuhan dalam masyarakat kita. Setiap tindakan yang diambil dalam bisnis berakibat pada suatu sistem sosial yang lebih besar. Sistem bisnis berhubungan dengan sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem hukum. Pendapat lain dikemukakkan oleh Griffin dan Ebert (1996), bahwa bisnis itu merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Laba dalam hal ini diperoleh dari selisih antara penerimaan bisnis dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Definisi tersebut menitikberatkan pada kemampuan menghasilkan (produce) dan pencapaian tingkat keuntungan atau laba. Dengan demikian organisasi bisnis yang sukses adalah organisasi bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan perusahaan memperoleh keuntungan dari transaksi tersebut. Memperhatikan dua pendapat tersebut, dapat di definisikan bisnis sebagai sebagai kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisai) yang menciptakan nilai (create of value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan memperoleh keuntungan melalui transaksi. Definisi tersebut memfokuskan pada aspek-aspek sebagai berikut :
a.       Kegiatan individu dan kelompok. Kegiatan bisnis dapat dilakukan pleh individu (usaha perseorangan) maupun kelompok (perusahaan). Masing-masing individu dan kelompok bersama-sama dalam rangka mencapai satu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Orang-orang yang terlibat dlam organisasi bisnis menyertakan harta dan modal lainnya sebagai tanda penyertaan bergabung dalam bisnis tersebut.
b.      Penciptaan nilai. Bisnis didirikan atau dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penciptaan empat macam kegunaan, yaitu kegunaan bentuk (form utility), kegunaan tempat (place utility), kegunaan waktu (time utility), dan kegunaan kepemilikan (session utility).
c.       Penciptaan barang dan jasa. Perusahaan dapat memilih antara menciptakan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam penciptaannya, baik barang maupun jasa memiliki proses produksi yang berbeda-beda.
d.      Keuntungan melalui transaksi. Setiap perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Salah satunya adalah memperoleh keuntungan. Keuntungan akan diperoleh apabila perusahaan dapat menjual hasil produksinya dan masyarakat membeli dengan harga yang disepakati (transaksi).

Berdasarkan definisi bisnis tersebut maka maka keberadaan dari sebuah bisnis harus dapat memenuhi harapan atas kebutuhan-kebutuhan, baik dari masyarakat luas, karyawan dan manajer,maupun bangsa dan negara. 

No comments:

Post a Comment